Pergerakan Tektonik Lempeng

Sepertinya sahabat semua sudah familiar atau sering mendengar, sering membaca tentang pergerakan apalagi dalam pelajaran fisika dimana pergerakan suatu benda dapat dihitung dan di kalkulasikan ke rumus - rumus yang ada. Mungkin sahabat semua belum tahu jika lempeng yang ada di bumi juga bergerak loh. Tanpa kita sadari lempeng lempeng benua yang ada di bumi bergerak kurang lebih 5-10 cm dalam setahun. Begitu pendek yaa pergeserannya? tetapi bayangkan jika dalam kurun waktu puluhan tahun, ratusan tahun, atau bahkan ribuan tahun berapa jauh lempeng lempeng yang ada di bumi bergerak. Pergerakan lempeng - lempeng tersebut bisa dikategorikan menjadi 2, yaitu aktivitas tektonik dan aktivitas vulkanik.
Okee, kita mulai dari aktivitas tektonik dan vulkanik terlebih dahulu... Aktivitas tektonik yaitu pergerakan yang dipengaruhi oleh adanya pergerakan suatu lempeng benua atau lempeng samudera, sedangkan aktivitas vulkanisme mengindikasikan adanya aktivitas
gunung berapi.

1.    Gerakan Tektonik
Gerakan tektonik bisa mempengaruhi permukaan bumi karena gerakan tersebut menimbulkan retakan, lipatan, lekukan, dan patahan. Naahhh setelah mengetahui pengaruh dari gerakan tektonik ternyata gerakan tektonik itu dibagi 2, yaitu gerakan epiro genetic dan gerakan orogenetic.
1.      Gerak epirogenetik adalah gerak atau pergeseran yang relatif lambat dari lapisan kulit bumi, berlangsung dalam kurun waktu yang relatif lama serta area yang luas. Ada dua macam gerak epirogenetik, yaitu:
a.  Epirogenetik positif,  gerak turunnya daratan sehingga terlihat seakan permukaan air naik.
b.  Epirogenetik negative,  gerak naiknya daratan sehingga terlihat seakan permukaan air turun.
2.      Gerak orogenetic adalah gerakan yang relatif lebih cepat daripada gerak epirogenetik. Gerak orogenetik disebut juga gerak pembentuk pegunungan. Gerakan ini menyebabkan tekanan horizontal dan vertikal di kulit bumi yang menyebabkan berpindahnya letak lapisan kulit bumi. Peristiwa ini dapat menimbulkan lipatan dan patahan.

1. Lipatan

Gerak tekanan horizontal menyebabkan lapisan kulit bumi yang elastis berkerut, melipat, dan menghasilkan relief muka bumi berbentuk pegunungan.
    

2. Patahan

Gerakan tekanan horizontal dan vertikal menyebabkan lapisan kulit bumi yang rapuh menjadi retak atau patah. Contoh bentuk patahan adalah tanah turun (slenk), tanah naik (horst), dan fleksur.
(Perlu menjadi catatan: graben yaitu patahan rendah, horst yaitu patahan tinggi. )

Dari hasil pergerakan – pergerakan lempeng juga membentuk bagian yang disebut batas lempeng. Batas lempeng tersebut dibagi menjadi 3, yaitu batas lempeng divergen, batas Lempeng Konvergen, dan batas Lempeng Sesar    

1. Batas Lempeng Divergen

Batas lempeng divergen terbentuk akibat pergerakan lempeng kulit bumi yang saling berlawanan. Hal tersebut menyebabkan magma naik ke permukaan dan mendesak permukaan bumi, sehingga menyebabkan terbentuknya lapisan permukaan bumi yang baru.

2. Batas Lempeng Konvergen

Batas lempeng konvergen terjadi akibat pergerakan lempeng kulit bumi yang saling bertumbukan. Oleh karena itu, salah satu lempeng akan tertekuk dan masuk ke bawah bagian lempeng lainnya. Gerakan ini dapat menimbulkan getaran yang kuat.

3. Batas Lempeng Sesar
Batas lempeng sesar adalah batas lempeng yang menyebabkan terjadinya gerakan lempeng kulit bumi yang sejajar. Hal ini terjadi apabila lempengan bumi bergesek dalam posisi yang sama datar, sejajar, dan selalu bergerak. 
Okeee sahabat, itulah paparan tentang pergerakan lempeng yang ada di bumi. Sekarang kalian semua pasti sudah tau dong apa saja yang mengakibatkan lempeng yang ada di bumi, pergerakan pergerakan dari aktivitas tektonik, dan jenis – jenis batas lempeng yang ada di bumi.

Semoga bermanfaat…..
Sekian dan Terimakasih….

WebPage Yang Membantu...


Komentar